Sabtu, 10 Januari 2009

Sehat dengan Delima

Oleh Prof Hembing Wijayakusuma

Delima sudah dikenal cukup luas di Indonesia. Tapi tanaman yang satu ini lebih banyak ditanam di pekarangan atau di taman sebagai tanaman hias, terutama karena buahnya yang merah mengkilap. Warna merah yang khas buah delima itu sering dipakai untuk melukiskan kecantikan seseorang gadis atau wanita dengan sebutan pipi atau bibirnya "merah delima". Kendati sebenarnya buah delima tidak hanya berwarna merah, tapi juga ada warna lain.

Di balik kecantikan buah delima tersebut, ternyata banyak sekali khasiatnya jika diramu dengan tanaman lain. Tapi sebelum ke situ, sebaiknya dikemukakan lebih dulu sosok tanaman delima ini.

Tumbuhan delima bercabang banyak tapi tidak rimbun, tingginya hanya sekitar 1,5 m. Daunnya bertangkai berbentuk bulat telur memanjang, mengkilat dan berukuran kecil. Bunga 1-5 kuntum, muncul di ujung percabangan dan di ketiak daun teratas, berwarna merah atau putih kekuningan, tapi ada juga berwarna ungu kehitaman. Buahnya berupa buah buni berbentuk bulat, warnanya merah mengkilap, kekuningan, putih, coklat kemerah-merahan atau ungu kehitaman, berbiji banyak, rasanya asam manis segar. Tumbuhan ini berbuah sepanjang tahun.

Delima berasal dari Persia dan sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Daerah yang baik untuk pertumbuhannya adalah daerah tropika yang musim kemaraunya panjang dan panas dengan ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Akan tetapi dia juga banyak kita jumpai di dataran rendah seperti di Jakarta.

Delima mempunyai nama berbeda di beberapa daerah. Antara lain disebut delima oleh Melayu di Sumatera, glima (Aceh), glineu mekah (Gayo), dhalima (Madura), gangsalan (Jawa), dalima (Sunda), teliman (Sasak), lele kase dan rumu (Timor).

Berikut ini adalah khasiat delima untuk kesehatan, tentu saja dengan meramunya bersama tumbuhan lain yang juga berkhasiat obat.

Khasiat delima antara lain adalah: memperbaiki fungsi hormon wanita, meningkatkan fungsi hormon esterogen, sangat baik dikonsumsi wanita menjelang menopause atau sesudahnya, mengatasi frigiditas, keputihan, awet muda, mimisan, kencing manis, buang air besar mengandung darah, sering buang air kecil, radang tenggorokan, radang amandel, radang telinga, radang usus, radang paru-paru, serak, batuk darah, muntah darah, sinusitis, gangguan pencernaan, sariawan, sakit gigi, bau mulut, wasir, diare, sakit perut, kelebihan berat badan, cacingan dan lain-lain.

Cara pengolahan delima untuk mencegah dan mengatasi beberapa jenis gangguan kesehatan atau penyakit berikut.

Keputihan: 15 gr kulit delima kering dan 30 gr sambiloto segar atau 15 gr sambiloto kering, direbus dengan 600 cc air hingga tersisia 200 cc, saring dan airnya diminum. Muntah darah dan batuk mengandung darah: 30 gr bunga delima berikut 30 gr akar alang-alang direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.

Sinusitis: 15 gr daun delima segar, 30 gr daun jagung segar dan 15 gr daun teh segar, direbus dengan air 500 cc hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum selagi hangat.

Frigiditas: 10 gr jinten dan 5 lembar daun sirih direbus dengan 200 cc air hingga tersisa 100 cc, setelah dingin airnya digunakan untuk membuat jus 1 buah buah delima, kemudian diminum.

Diare: 15 gr kulit delima kering berikut 10 gr daun teh direbus dengan 500 cc air hingga tersisia 200 cc, saring dan airnya diminum.

Cacingan: 15 gr kulit delima kering dan 5-10 gr biji pinang kering dijadikan bubuk. Ambil 5 gr bubuk tersebut lalu diseduh dengan 200 cc air panas, kemudian diminum hangat-hangat.

Sariawan: 1-2 buah delima segar, kemudian isinya ditumbuk sampa hancur. Setelah itu, hasil tumbukan tadi direndam dengan air beberapa saat. Gunakan air rendaman tersebut untuk berkumur-kumur.

Demikian beberapa resep yang murah meriah ini dan buktikan hasilnya setelah melakukannya secara teratur. Akan tetapi untuk penyakit yang berat atau serius disarankan untuk tetap konsultasi ke dokter.

[Prof HM Hembing Wijayakusuma, adalah ahli pengobatan tradisional dan akupunktur, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pengobat Tradisional & Akupunktur se-Indonesia (Hiptri)]

Sumber : Suara Karya
◄ Newer Post Older Post ►