Jumat, 20 Februari 2009

Suami-Istri Dalangi Situs Porno Jual Artis

JAKARTA,KAMIS-Tarif artis-artis papan atas yang dijajakan di situs porno hartonosejakdulu.com terbentang antara Rp 20 juta hingga Rp 60 juta.

Seorang pria pengagum Marshanda mengaku telah mentransfer uang Rp 40 juta ke pengelola situs plus bonus Rp 6 juta.


Kepala Satuan Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta, Kamis (19/2), mengatakan ada 36 artis Indonesia yang foto dan namanya dipampang di situs porno www.hartonosejakdulu.com dan www.jakartaescortladies.com.

Pada kata pengantarnya, pengelola situs menjelaskan bahwa artis-artis tersebut bisa diajak kencan dengan tarif Rp 20 juta hingga Rp 60 juta.

Menurut Nico, polisi mengusut pengelola situs-situs tersebut setelah mendapat laporan Juned (bukan nama sebenarnya). Pada 29 Januari lalu, Juned membuka situs tersebut dan tertarik pada tawaran berkencan dengan artis muda Marshanda.

Juned mengontak Hartono yang nomor teleponnya tertera di situs. Dia minta dipertemukan dengan Marshanda. Setelah negosiasi, Juned bersedia membayar Rp 40 juta dan pembayarannya dengan cara transfer ke rekening Hartono.

Setelah menerima kiriman uang dari Juned, Hartono menjanjikan akan mengantarkan artis bernama panggilan Caca itu ke tempat Juned menunggu yakni di sebuah hotel di Jakarta. Juned merasa sangat senang sehingga atas kemauannya sendiri mentransfer ”bonus” ke Hartono sebesar Rp 6 juta.

”Setelah Juned menunggu beberapa jam di hotel, orang yang dimaksud tak datang juga,” kata Nico. Alih-alih berjumpa artis idolanya, Juned bahkan kehilangan jejak Hartono. Juned kemudian mahfum bahwa ia menjadi korban penipuan. Juned lalu melapor ke polisi.

Penyelidikan atas situs hartonosejakdulu.com dan jakartaescortladies.com menunjukkan bahwa pengelola situs-situs ini adalah Romadoni alias Hartono (35) dan istrinya, Fitriani (34), warga Jalan Utanpanjang, RT 01/06 Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada Rabu lalu, polisi menangkap suami-istri tersebut.

Hingga kemarin, polisi masih memburu tiga pekerja di bidang teknologi informasi yang membuat dan mengoperasikan situs hartonosejakdulu.com dan jakartaescortladies.com. Mereka bekerja atas perintah pasangan Romadoni- Fitriani.

Nico mengatakan, situs-situs tersebut dibuat untuk sarana melakukan penipuan dengan mencatut nama dan foto sejumlah artis Indonesia. Pengelola situs mengincar para pria berkantong tebal yang memiliki hasrat mengencani artis-artis tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulkarnain menambahkan, pihaknya masih menyelidiki kasus situs porno tersebut karena masih ada beberapa pelaku yang belum tertangkap. Romadoni dan istrinya diperkirakan sudah melakukan penipuan semacam ini selama lima tahun terakhir.

Polisi menduga, beberapa orang telah menjadi korban penipuan yang dilakukan pengelola situs ini lebih dari satu. Namun mereka—selain Juned—diduga malu sehingga tak melapor ke polisi.

Menurut seorang polisi, tampaknya peminat kedua situs itu cukup banyak karena pengelola situs menggunakan nama Hartono. Di bisnis syahwat, Hartono identik dengan Hartono Prapanca atau Hartono Ayam, germo paling terkenal di era 1980-an.

Kepala Pusat Informasi Depkominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan pemilik situs porno Hartono bisa dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana enam tahun penjara serta denda Rp 1 miliar.

Gatot mengatakan, pemilik situs porno yang menghebohkan masyarakat itu terungkap melalui penyelidikan yang dilakukan bersama antara Depkominfo, kepolisian, dan kejaksaan. Depkominfo menyarankan polisi menjerat pengelola dan pembuat situs itu dengan UU ITE pasal 27 ayat 1 dan pasal 45 ayat 1.

Berang


Sementara itu, artis Ayu Azhari yang namanya dipajang di situs hartonosejakdulu berang karena dirinya dikaitkan dengan situs mesum tersebut. ”No comment. Nama artis banyak yang mirip, juga wajahnya.

Kirim dulu ke saya alamat situsnya, baru saya bicara,” katanya saat ditemui di stasiun salah satu televisi di Mampang, Jakarta Selatan.

Selain Ayu, artis yang juga dicatut oleh Hartono adalah Julia Perez atau Jupe, Ria Irawan, Julie Estelle, Asmirandah, Ardina Rasti, Sarah Azhari, Nabila Syakieb, Intan Nuraini, Masayu Anastasia, Luna Maya, dan Angel Lelga yang kini berganti nama menjadi Angelique.

Di situs porno tersebut, Luna Maya disebut bertarif Rp 75 juta untuk kencan singkat (short time) di sebuah hotel mewah di Jakarta. Sejumlah pengakuan di situs itu menyatakan total dana yang harus dikeluarkan untuk mem-booking Luna mencapai Rp 100 juta.

Namun seorang pria menuliskan pengakuannya bahwa ia menjadi korban penipuan situs Hartono. Luna Maya yang dihadirkan kepada dirinya bukanlah artis Luna Maya yang sering dikaitkan dengan Ariel ”Peterpan”.

Sementara itu, artis muda Ardina Rasti mengaku penasaran untuk melihat langsung pembuat situs tersebut. ”Kalau pelakunya tertangkap, aku pengin tahu bagaimana wajah orang yang tidak bertanggung jawab itu, gimana sih orangnya,” ujar pelantun Cuma Coba-coba ini seperti dikutip detikhot, Rabu (18/2).

Bagi Rasti, ini bukan kali pertama ia dikerjain di internet. Sahabat kakaknya di Kanada, kerap memberi kabar soal foto-foto palsunya dengan pose syur yang beredar di dunia maya. lihat sumbernya

◄ Newer Post Older Post ►